Jaminan Mutu Terhadap Sebuah Software

Definisi

Menurut wikipedia :

Aktifitas pengujian software dalam mana modul-mudul software dikombinasikan dan diuji sebagai satu kesatuan.

Menurut Roger S. Pressman :

teknik sistematis untuk mekmbangun arsitektur software sambil pada saat yang sama menjalankan pengujian untuk menemukan error tekait dengan interfacing, komunikasi antar modul.

Berdasarkan IEEE (1991), software adalah :

Computer programs, procedures, and possibly associated documentation and data pertaining to the operation of a computer system.

Mengacu pada definisi diatas, perangkat lunak (software) adalah

  1. 1. Program Komputer (Kode)
  2. 2. Prosedur
  3. 3. Dokumentasi, dan
  4. 4. Data

Kualitas dari masing-masing komponen diatas akan menentukan kualitas perangkat lunak. Contoh nyatanya adalah kualitas dokumentasi. Jika sebuah software dilengkapi dengan dokumentasi yang lengkap (terdapat Dokumentasi Pengembangan dan Dokumentasi Cara Penggunaan atau user manual), akan sangat memudahkan semua pihak untuk menggunakanmemperbaiki danmengembangkan software tersebut.

Berdasarkan IEEE (1991), software quality adalah :

  1. 1. The degree to which a system, component, or process meets specified
    requirements.
  2. 2. The degree to which a system, component, or process meets customer or
    user needs or expectations.

Berdasarkan Pressman, software quality di definisikan sebagai  :

Conformance to explicitly stated functional and performance requirements,explicitly documented development standards, and implicit characteristics that are expected of all professionally developed software.

Jika kita melihat kembali definisi Jaminan Mutu Perangkat Lunak (software quality assurance) yang telah disampaikan pada artikel pertama :

  1. 1. Sebuah pola yang terencana dan sistematis dari semua tindakan yang diperlukan untuk menyediakan kepercayaan yang cukup bahwa sebuah produk atau barang sesuai dengan kebutuhan teknis yang telah disusun.
  2. 2. Sekumpulan aktifitas yang dirancang untuk mengevaluasi proses dimana sebuah produk dikembangkan atau diproduksi.

disini terlihat bahwa Jaminan Mutu Perangkat Lunak (software quality assurance) bukan hanya mengenai permasalahan teknis saja. Kata “terencana” dan “sistematis” menunjukkan bahwa kegiatan pengelolaan (management) selama proses pengembangan pun terlibat. Kegiatan pengelolaan disini diperlukan agar proses pengembangan perangkat lunak dapat berjalan sesuai dengan jadwal dan anggaran yang telah ditentukan dan disepakati. Dengan kata lain, kegiatan pengelolaan tersebut harus dapat membuat proses pengembangan perangkat lunak berjalan secara efektif dan efisien.

Lalu apa hubungannya Jaminan Mutu Perangkat Lunak (software quality assurance) dengan Rekayasa Perangkat Lunak (software engineering) ?

Definisi Rekayasa Perangkat Lunak (software engineering) menurut IEEE (1991) adalah

  1. The application of a systematic, disciplined, quantifiable approach to the development, operation and maintenance of software; that is, the application of engineering to software.
  2. The study of approaches as in (1).

yang memiliki arti :

  1. Sebuah penerapan yang sistematis, disiplin dan terukur untuk mengembangkan, mengoperasikan dan memelihara perangkat lunak.
  2. Serta studi atau kajian mengenai pendekatan-pendekatan rekayasa (engineering) atas perangkat lunak (software).

Pendekatan-pendekatan sistematis yang ada pada rekayasa perangkat lunak merupakan infrastruktur penting untuk mencapai tujuan dari jaminan mutu perangkat lunak. Berdasarkan beberapa definisi diatas, maka definisi jaminan mutu perangkat lunak dapat diperluas menjadi (Galin, 2004):

A systematic, planned set of actions necessary to provide adequate confidence that the software development process or the maintenance process of a software system product conforms to established functional technical requirements as well as with the managerial requirements of keeping the schedule and operating within the budgetary confines.

yang artinya adalah :

Serangkaian tindakan sistematis dan terencana yang diperlukan untuk menyediakan kepercayaan yang cukup terhadap proses pengembangan atau proses pemeliharaan perangkat lunak yang sesuai dengan persyaratan teknis fungsional serta sesuai dengan persyaratan manajerial untuk menjaga jadwal dan anggaran.

Referensi

  1. Galin, D. 2004. Software Quality Assurance from Theory to Implementation. England: Pearson Education Limited.
  2. Chemuturi, M. 2011. Mastering Software Quality Assurance Best Practice, Tools and Techniques for Software Developers. USA: J.Ross Publishing.
  3. Naik, K., and Triphathy., P. 2008. Software Testing and Quality Assurance Theory and Practice. Kanada: John Wiley & Sons.
  4. Pressman, R. S. 2000. Software Engineering – A Practitioner’s Approach 5th ed. London: McGraw-Hill International.
  5. www.softwaretestingtimes.com
  6. http://www.cs.york.ac.uk
  7. http://taufiknuradi.com/2013/05/13/jaminan-mutu-perangkat-lunak-part-2/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s